Hampir 2 minggu ini, saya akrab dengan sepeda onthel. Ya, kendaraan inilah yang kemana-mana menemani saya di kampung ini. Kampung yang orang-orang mengenalnya dengan sebutan Kampung Bahasa, Pare.
Kemana-mana dengan mengenakan kaos oblong, celana pendek, backpack dan sandal jepit, sembari menggoes sepeda, saya merasa menjadi turis di negeri sendiri. Merasakan kemewahan disetiap ayunan putaran sepeda tua sewaan ini. Ya, meskipun saya menyewanya untuk sebulan, sepeda ini sudah menjadi bagian dari diri saya. Melekat. Entahlah, mungkin karena saya menyukai sepeda. Atau mungkin kharisma dari sepeda ini?
Hemm.. sudah hampir pagi. Saya harus beristirahat sejenak, karena pagi ini, saya punya janji, mengajaknya berkeliling ke kota.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
3 comments:
Blm bisa tidur tapi:(
hepi goes-goes Co! :D
tepatnya, ngapain sih di pare nik ?
Post a Comment